UNIMEN, Bukan Sekedar Akronim



UNIMEN, Bukan Sekedar Akronim

Nama adalah identitas. Melalui nama sesuatu menjadi dikenal. Begitu banyak orang yang menjadi masyhur karena namanya. Dalam hal kepemimpinan misalnya, ketika nama Franklin Delano Rooseveld disebut, hampir seantero negeri langsung mengenalnya. Sosok negarawan dan pemimpin politik berpengaruh di Amerika Serikat.

Begitu pula Napoleon Bonaparte, hampir setiap orang mengenal namanya sebagai seorang pemimpin militer dan politik ahli strategi perang asal Prancis yang begitu berpengaruh di Eropa. Demikian pula nama Umar Bin Khattab seorang khalifah yang dikenal karena ketegasannya dalam memimpin.

Dalam lembaga pendidikan, jika nama Harvard University atau Stanford University disebut, seketika orang akan mengenalnya sebagai kampus raksasa dunia yang merajai World University Rangking dalam setiap tahunnya.

Begitu vitalnya sebuah nama, sampai-sampai Nabiullah Muhammad Shallallahu `Alahi Wasallam memberikan petunjuk khusus dalam hal pemberian nama. Berikanlah nama-nama terbaik dan mengandung makna positif, demikian pesan tersiratnya.

Saat ini, STKIP Muhammadiyah Enrekang sedang berikhtiar menjadi sebuah institusi yang berskala lebih luas dengan maksud memberbesar jangkauan wilayah dakwahnya. STKIP Muhammadiyah Enrekang sedang berusaha menaiki 2 anak tangga, dari Sekolah Tinggi naik ke Universitas.

Jika dengan bentuk Sekolah Tinggi hanya mampu menyelenggarakan jenis pendidikan pada satu rumpun ilmu pengetahuan, maka universitas diberikan kelonggaran untuk menyelenggarakan jenis pendidikan dalam berbagai rumpun ilmu pengetahuan.

Atas dasar inilah STKIP Muhammadiyah Enrekang bersama stakeholders memutuskan untuk berjuang agar bisa berubah bentuk menjadi sebuah universitas.

Kenapa Universitas Muhammadiyah Enrekang?

Pertanyaan ini cukup mendasar dan mesti ada alasan yang jelas kenapa nama ini yang digunakan. Sungguhnya ada dua alternatif utama nama yang ditawarkan jika kelak STKIP Muhammadiyah Enrekang berubah bentuk menjadi universitas, Universitas Muhammadiyah Massenrempulu atau Universitas Muhammadiyah Enrekang.

Secara historis penyebutan Universitas Muhammadiyah Massenrempulu sejak lima tahun terakhir memang cukup menguat. Sejak dipopulerkan pada Juni 2013, nama Universitas Muhammadiyah Massenrempulu yang di singkat UM Maspul sudah cukup akrab di telinga masyarakat Enrekang dan lebih khusus dikalangan sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Enekang.

Massenrempulu sendiri artinya meminggir gunung atau menyusur gunung. Sebuah kata yang cukup menggambarkan kondisi geografis Kabupaten Enrekang yang secara faktual sebagai daerah yang pegunungannya sambung-menyambung sekitar ± 85% dari seluruh luas wilayah yakni sekitar 1.786.01 Km².

Dengan demikian, cukup beralasan jika nama Universitas Muhammadiyah Massenrempulu menjadi pertimbangan utama.

Namun ternyata yang dipilih bukan Universitas Muhammadiyah Massenrempulu tetapi Universitas Muhammadiyah Enrekang. Enrekang menjadi nama pilihan untuk dilekatkan pada nama perguruan tinggi.

Secara etimologi, kata ‘Enrekang’ terambil dari endek yang berarti naik dari atau panjat. Kata ini kemudian dikenal lebih akrab dengan sebutan Endekan (dialek Duri). Kemudian dalam versi lain dengan pengertian umum dan bahkan dalam Adminsitrasi Pemerintahan dikenal dengan nama ‘Enrekang’ yang merupakan versi Bugis.

Dari sisi pendekatan ilmu semantik, Enrekang lebih menggambarkan kondisi dan semangat para sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Enrekang yang saat ini sedang dalam proses perjuangan menapaki anak tangga, dari Sekolah Tinggi menuju Universitas.

Demikian juga dari kajian semiotik, dalam logo Kabupaten Enrekang sudah tercantum kata ‘Massenrempulu’. Sehingga sebutan ‘Enrekang’ sekaligus sudah mengakomodir istilah Massenrempulu bahkan menjadi seboyan Kabupaten Enrekang, Bumi Massenrempulu.

Enrekang juga adalah sebuah nama yang secara primordial sudah melekat pada institusi STKIP Muhammadiyah Enrekang. Nama ini adalah nama yang disematkan berdasarkan hasil istikharah oleh para founding father STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Pertimbangan rasional lainnya, bahwa Enrekang sudah cukup di kenal luas, baik dalam negeri maupun manca negara sehingga apabila nama Universitas Muhammadiyah Enrekang digunakan maka secara simultan sudah cukup membantu dalam proses sosialisasi nama institusi.

Kenapa UNIMEN?

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa menggunakan akronim UNIMEN untuk Universitas Muhammadiyah Enrekang? Untuk menjawab ini, perlu digambarkan bagaimana proses dialogis yang terjadi saat pembahasan tentang perubahan nama institusi.

Rapat yang dihadiri oleh semua unsur pimpinan, baik dari BPH, Ketua dan Wakil Ketua, Ketua Program Studi, Dosen serta Staf lingkup STKIP Muhammadiyah Enrekang setelah memutuskan mengambil nama Universitas Muhammadiyah Enrekang selanjutnya memilih akronim yang pas dan cocok untuk digunakan.

Diantara akronim yang ditawarkan untuk Universitas Muhammadiyah Enrekang adalah UME, UNMER, UNIMER, UMEN, UNIMEN dan UM Enrekang.

Dari 6 akronim yang ada sebagian besar telah digunakan oleh perguruan tinggi atau pun lembaga lain, baik dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya UNIMER, UMER, dan UNMER.

UMER sendiri sudah digunakan oleh University of Maryland Electron Ring, sebuah universitas riset negeri yang berkedudukan di College Park, Amerika Serikat. Sedangkan UNMER sudah digunakan oleh Universitas Merdeka di Malang, Indonesia.

Adapun UME dan UMEN tidak menjadi prioritas atas pertimbangan kearifan lokal terutama pada penyebutan dialek. Sedangkan untuk UM Enrekang kurang dipertimbangkan karena faktor efisiensi penggunaan kata.

Walhasil, berdasarkan hasil telaahan, UNIMEN yang kemudian dipilih untuk digunakan sebagai akronim Universitas Muhammadiyah Enrekang.

Akronim UNIMEN jika dikaji lebih jauh mengandung makna yang sangat positif dan cukup representaif untuk menggambarkan spirit sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Selain akronim untuk Universitas Muhammadiyah Enrekang, UNIMEN juga adalah suatu perpaduan kata antara Uni (Bahasa Indonesia) dan Men (Bahasa Inggris).

‘Uni’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perserikatan, persatuan dan ikatan. Sedangkan ‘Men’ berarti laki-laki yang direpresentatifkan sebagai sosok yang berwatak kuat, cerdas, dan menjadi perwakilan untuk urusan kepemimpinan.

Sehingga dengan demikian, UNIMEN dapat dimaknai sebagai sebuah perserikatan atau perkumpulan dari manusia (baca: sivitas akademika) yang cerdas, bermental kuat, dan menjadi calon pemimpin masa depan. Dan inilah sejatinya yang sedang diusahakan oleh STKIP Muhammadiyah Enrekang sebagaimana mottonya “Cerdas Mencerahkan”.

UNIMEN adalah fiksi yang menjanjikan harapan, sebuah penggerak untuk tetap optimis dalam mewujudkan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Insya Allah.

Sekali lagi UNIMEN bukan sekedar akronim tetapi dibalik nama itu tersirat makna yang luhur. Gaungkanlah UNIMEN mulai dari sekarang agar mudah bersahabat dengan telinga. Ala bisa karena biasa, begitulah pepatah menggambarkannya. Wallahu `Alam.

Penulis: Baharuddin, S.Pd.,M.Pd. (Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang)


Komentar Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *