Memperingati Hardiknas, BEM STKIP Muhammadiyah Enrekang Gelar Sarasehan Pendidikan



Memperingati Hardiknas, BEM STKIP Muhammadiyah Enrekang Gelar Sarasehan Pendidikan

Ummaspul.ac.id, Enrekang – Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tepat hari ini, 02 Mei, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiyah Enrekang menggelar Sarasehan Pendidikan di Aula Kampus II STKIP Muhammadiyah Enrekang, Rabu, 01 Mei 2019.

Selain BEM, penyelenggaraan Sarasehan Pendidikan juga dimotori oleh UKM Art and Culture (Artur) STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Tampil sebagai narasumber yaitu Suherman, Rusman Apaladu, dan Muhammad Asrul. Ketiganya merupakan tokoh pemerhati pendidikan. Suherman sendiri adalah seorang seniman sekaligus dosen di STKIP Muhammadiyah Enrekang, demikian juga Rusman Apaladu seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta. Sedangkan Muhammad Asrul adalah seorang founder SIBAGE, sebuah komunitas yang aktif dalam bidang pendidik nonformal.

Ketiga narasumber membedah problematikan pendidikan Indonesia dari berbagai sudut pandang. Suherman, misalnya menyoroti berdasarkan perspektif seni.

Menurut N.Q Fauzy, Menteri Pemuda dan Olahraga BEM STKIP Muhammadiyah Enrekang, para peserta begitu antusias dalam mengikuti kegiatan Sarasehan Pendidikan, hal itu tampak dari banyaknya peserta yang hadir memenuhi Aula Kampus II.

“Meskipun agak terlambat dari jadwal semula tetapi tidak mengurangi semangat teman-teman untuk berpartisipasi mengikuti kegiatan kita” ungkap N.Q.

N.Q menuturkan, peserta juga tidak hanya berasal dari internal mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang, tetapi juga ada beberapa mahasiswa dari Kota Makassar termasuk dari Komunitas Seni Massenrempulu, Gerakan Pecinta Alam Masserempulu dan Galery Macca Enrekang. Bahkan ada juga beberapa dosen dan staf STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Total peserta sekitar 100 orang, lanjut N.Q melalui pesan singkat WhatsApp.

N.Q, menambahkan pesan yang ingin disampaikan dari kegiatan Sarasehan Pendidikan ini adalah bahwa problematika pendidikan hendaknya menjadi pemikiran kita bersama, oleh kami selaku mahasiswa, para pendidik dan pemerhati pendidikan.

Selain itu, yang harus dipikirkan adalah tentang sistem pendidikan yang harus dibenahi agar tercipta suatu sistem pendidikan yang benar-benar mampu mewujudkan tujuan pendidikan itu sendiri, menjadi manusia yang seutuhnya, cerdas intelektual, emosional dan spritual.

Tidak kalah penting, di era millenial ini para mahasiswa tidak boleh terninabobokan oleh gadget yang mengakibatkan lahirnya mahasiswa apatis bahkan perilaku hedonisme sehingga melupakan momen-momen bersejarah seperti Hardiknas, tegas N.Q.

Suasana Sarasehan Pendidikan di Aula Kampus II STKIP Muhammadiyah Enrekang

N.Q juga berpesan agar proses pendidikan tidak mengabaikan nilai-nilai seni, karena seni bisa berfungsi sebagai pengikat rasa dan emosi sehingga implementasi nilai-nilai pendidikan terkesan kaku atau monoton.

Sarasehan yang berlangsung sekitar 4 jam berlangsung lancar dan tertib. Panitia turut menghadirkan hiburan musik akustik dan puisi sebagai selingan kegiatan. (ryd)*


Komentar Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *