BEM STKIP Muhammadiyah Enrekang Gelar Event “Mapuasaki “



BEM STKIP Muhammadiyah Enrekang Gelar Event “Mapuasaki “

Ummaspul.ac.id, Enrekang — Memasuki bulan suci Ramadhhan 1440 H/2109 M, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiyah Enrekang selenggarakan event Massenrempulu Berpuasa atau “Mappuasaki” mulai tanggal 13-26 Mei 2019 bertempat di pelataran Patung Sapi, Kota Enrekang.

Kata Mappuasaki jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya “mari berpusa”. Adapun rangkaian kegiatan ini yaitu pameran lukisan, bagi-bagi takjil, live music dan pameran buku.

Tidak hanya itu kegiatan ini juga dirangkaikan dengan diskusi dengan tema “Literasi untuk Kesejateraan” dengan narasumber yakni Darmaji mewakili Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pohon Baca, dan Muhammad Irsan, S.IP selaku pustakawan yang mewakili Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Enrekang, Kamis, 16 Mei 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh unsur pelajar dan mahasiswa khususnya STKIP Muhammadiyah Enrekang, pegiat literasi, warga masyarakat, pemuda dan pecinta reptil Enrekang.

Menurut Irsan yang hadir mewakili Dinas Perpusatakaan dan  Kearsipan Kab. Enrekang mengatakan di era informasi kita tidak bisa lepas dari informasi, dunia digital yang semakin maju yang mempengaruhi perubahan sosial. Literasi yang mulanya hanyal baca tulis, kini berkembang menjadi litersi media, digital dsb.

Knowledge is power, lewat literasi info menjadi basis bagi masyarakat untuk menjalani kesehariannya. Mari kita semua menguatkan perpustakaan di desa utntuk memamksimlakn informasi, tukasnya.

Darmaji, perwakilan dari pohon pustaka dunia literasi tidak pernah berhenti di aksara. Ada beberapa tahapan psikologi dalam literasi, lanjutnya.

Dampak sekarang, orang lebih senang mencari di google daripada buku, makanya saya semakin giat mencarai di google, maka semakin giat pula saya untuk  membuat perpustakaan, karena buku merupakan sumber info terlengkap, tegasnya.

Adapun menurut Dedi Setiawan, Ketua BEM STKIP Muhammadiyah Enrekang, literasi merupakan kemampuan dan keterampilan yang harus senantiasa dijaga. Tanpa litarasi kehidupan di era sekarang akan tertinghal oleh maraknya perkembangan teknologi. Tanpa literasi pula hidup kita akan digilas oleh zaman.

Litarasi bukan hanya pada wilayah baca tulis, melainkan literasi sekarang dipandang dari segala aspek kehidupan, tukasnya. (qr)*


Komentar Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *